9 PESEPAKBOLA YANG KEMBALI MEMBELA MANTAN KLUBNYA DENGAN BIAYA TRANSFER YANG BESAR

Klub yang kini tengah bermain dalam sepakbola modern selalu menghabiskan sejumlah uang yang besar terhadap beberapa perekrutan pemain dengan harapan bahwa investasi mereka dapat mendorong klubnya menuju kesuksesan tertinggi baik di liga domestik maupun kontinental.

Namun dalam beberapa kasus, beberapa klub berhasil mempertahankan para bintang mereka salah satu contohnya seperti klub Manchester United Class tahun ’92. Dan contoh lain lagi seperti yang terjadi pada pemain Everton bernama Leighton Baines, di masa mudanya Baines adalah pemain berbakat yang begitu dianak-emaskan oleh Everton namun akhirnya harus rela dilepas ke klub lain pada tahun 2007 dengan biaya £ 6 juta.

Hal ini disebabkan karena beberapa klub hanya memikirkan tentang ‘pemasukan kas’ mereka daripada potensial yang dimiliki pemain sehingga saat pemain yang dijual telah menuai kesuksesan yang besar di klub lain, mereka baru menyadari jika pemain tersebut lebih ‘berharga’ apabila ia menetap lebih lama klubnya.

Para pemain yang kembali untuk membela mantan klub yang sebelumnya pernah ditinggalkan bukanlah fenomena langka, anda bisa liat sendiri beberapa pemain seperti Thierry Henry, Kaka, Didier Drogba, Carlos Teves, dan lain-lain. Namun para pemain yang kembali untuk membela kembali mantan klubnya dan didatangkan dengan biaya yang besar bukanlah hal yang biasa tentunya, jadi pada artikel kali ini saya akan membahas tentang hal tersebut. Dan mari kita simak dibawah ini, diantaranya adalah :

1. Cesc Fabregas

Cesc Fabregas adalah jebolan akademi terkenal La Masia yang merupakan akademi muda Barcelona. Mereka menjual Fabregas yang saat itu baru berusia 16 tahun ke klub Liga Premier, Arsenal pada tahun 2003. Saat bergabung dengan The Gunners, Fabregas hanya butuh waktu lebih dari satu bulan untuk membuat debut pertama bagi timnya saat melakoni laga Piala Liga melawan Rotherham United.

Setelah melakoni 300 laga dan menjadi kapten kesebelasan klub London Utara selama 3 tahun, Fabregas kembali bergabung dengan klub masa kecilnya pada bulan Agustus 2011 setelah menyatakan bahwa itu merupakan mimpinya yang paling besar untuk kembali ke Camp Nou. Klub Catalan rela membayar Arsenal senilai £ 23,8 juta untuk gelandang berbakat tersebut dan ia diberikan gaji senilai £ 880.000 tiap tahunnya.

2. Nicolas Anelka

Nicolas Anelka memulai karir profesionalnya bersama Paris Saint Germain sebelum dirinya menyetujui untuk bergabung dengan Arsenal. Untuk merekrut Anelka yang saat itu baru berusia 17 tahun, Wenger hanya membayar senilai £ 532.000 yang dimana suatu saat Anelka akan menjadi pemain penting bagi The Gunners.

Setelah tampil bersinar dibawah asuhan Wenger, ia pun meninggalkan Arsenal dan bergabung ke Real Madrid pada tahun 1999 dengan nilai transfer £ 24,5 juta setelah dirinya berhasil memenangkan Liga Premier dan Piala FA bersama The Gunner di musim ‘97/98. Setelah gagal bersinar dan memiliki sedikit masalah dengan para pihak Real Madrid, Anelka dijual ke PSG dengan nilai £ 24,1 juta setelah 3½ tahun berseragam putih-putih.

3. Nemanja Matic

Nemanja Matic awalnya dibeli oleh Chelsea dari klub Slovakia, Kosice dengan nilai transfer £ 1,2 juta pada tahun 2009. Namun setelah dibeli, ia hanya melakoni 3 laga dan dipinjamkan ke klub Belanda, Vitesse Arnhem. Setelah masa pinjaman berakhir, Matic pun dijual ke Benfica dan David Luiz masuk untuk menggantikan posisinya di Stamford Bridge.

 border=

Setelah 3 tahun bersama klub Portugal tersebut, Matic dipanggil kembali ke Liga Inggris. Setelah Jose Mourinho kembali melatih Chelsea, ia memburu tanda tangan Matic dan akhirnya berhasil mendapatkannya pada bulan Januari 2014 dengan biaya senilai £ 17,5 juta.

4. Stefan Effenberg

Stefan Effenberg sempat meniti langkahnya bersama klub SC Paderborn, setelah dijual Bayern Muchen pada tahun 1990-an. Setelah bermain bersama SC Paderborn, ia pun menandatangani kontrak dengan klub Bavaria, Borussia Mönchengladbach sebelum dijual ke Fiorentina dengan nilai £ 2,6 juta pada tahun 1992.

Sayangnya, Fiorentina terdegradasi sehingga memaksa dirinya untuk kembali ke Mönchengladbach dan akhirnya berlabuh ke Bayern Munchen senilai £ 2,9 juta pada tahun 1998. Saat Effenberg kembali ke Munchen untuk kedua kalinya, ia berhasil membuat Munchen mendominasi liga domestik dan mencapai final Liga Champions dua kali. Pertama pada tahun 1999, namun kalah dari Manchester United dan kedua pada tahun 2001, dimana Munchen menaklukkan Valencia.

5. Gary Pallister

Legenda Manchester United, Gary Pallister dibeli dari Middlesbrough senilai £ 1,8 juta pada tahun 1989. Saat berseragam United, ia ditempa menjadi seorang pemain yang tangguh sehingga dirinya selalu menjadi tulang punggung MU selama bertahun-tahun. Bek ini berhasil membawa timnya menjadi jawara Liga Premier pada tahun 1990-an.

Selama membela MU, Pallister memenangkan 10 penghargaan utama termasuk piala domestik dan Eropa sebelum kembali ke Middlesbrough di musim panas 1998 senilai £ 1,9 juta. Pallister terus bermain selama 3 tahun sebelum ia harus pensiun karena dibekap cedera pada tahun 2001.

6. Martin Keown

Mantan bek Inggris ini memulai karirnya di Arsenal pada tahun 1980. Keown kemudian melakukan debutnya bersama The Gunners pada tahun 1985 dan melakoni 22 laga sebelum dijual ke Aston Villa senilai £ 210.000 pada tahun 1986. Keown menghabiskan waktunya bersama Villa dan Everton sebelum kembali ke Arsenal pada tahun ’93 dengan biaya senilai £ 2,1 juta. Selama berseragam Arsenal, bek ini telah mengangkat gelar Liga Premier sebanyak 3 kali dan Piala FA 2 kali sebelum dirinya dijual ke Leicester City dan Reading.

7. Marco Reus

Gelandang serang Marco Reus memulai karirnya di Borussia Dortmund, dimana dirinya bermain selama periode 1996-2206 sebelum pindah ke Rot Weiss Ahlen. Saat bersama Ahlen, penampilan Reus meningkat drastis sehingga Borussia Mönchengladbach tertarik dan meminangnya pada tahun 2009.

Reus menghabiskan waktu 3 musim saat membela The Foals sebelum kembali ke Dortmund pada tahun 2012. Dortmund membelinya senilai £ 12 juta namun seiring berjalannya waktu dan tingkat kualitasnya semakin tajam, harganya kini mencapai £ 32 juta.

8. Jermain Defoe

Produk asli West Ham United, Jermain Defoe telah memiliki karir yang cukup menarik sejak memulai debut profesionalnya pada September 2000. Setelah beberapa tahun tampil mengesankan bersama West Ham, Spurs membelinya senilai £ 7,35 juta pada tahun 2004. Defoe pun tampil gemilang dengan menggemas 61 gol dalam 170 laga untuk Spurs sebelum pindah ke Portsmouth senilai £ 6,5 juta pada Januari 2008. Bersama Portsmouth, Defoe hanya tampil 36 laga dan kembali lagi ke Spurs seharga £ 11,4 juta.

9. Steven Pienaar

Mantan kapten Afrika Selatan, Steven Pienaar memulai karirnya dengan Ajax Cape Town sebelum pindah ke Ajax Amsterdam saat dirinya berusia 18 tahun. Gelandang ini menetap di Belanda selama 5 tahun sebelum pindah ke 2 klub lain yaitu Borussia Dortmund dan Everton.

Pienaar dijemput Everton dengan nilai £ 2,5 juta dan selama membela Everton selama 3½ musim, ia pun hijrah ke Tottenham dengan nilai transfer £ 2,5 juta setelah Pienaar menolak menandatangani kontrak baru bersama Everton. Setelah gagal menembus ke dalam skuad inti Spurs, Pienaar kembali ke Everton dengan status pinjaman pada Januari 2012 dan dibeli senilai £ 4 juta pada tahun yang sama.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *